Book info

Five Go Down To The Sea (2001)

Five Go Down to the Sea (2001)
Author
Rating
3.88 of 5 Votes: 2
ISBN
034079626X (ISBN13: 9780340796269)
languge
English
series
genre
publisher
hodder
Rate book
Five Go Down To The Sea (2001)
Five Go Down To The Sea (2001)

About book: Petualangan keduabelas bagi anak-anak Lima Sekawan. Kali ini mereka menuju daerah Cornwall, sebuah daerah yang mempunyai adat dan kebiasaan yang berbeda dari wilayah Inggris lainnya. Memang, di buku terjemahan tak terasa bedanya, entah di teks aslinya, apakah logat Cornwall dicirikan oleh penulis. Daerah Cornwall yang ereka kunjungi kali ini sangat sepi, kebanyakan berupa pertanian, dan itulah tujuan mereka, Tremannon Farm. Sepi disini juga dapat berasosiasi dengan sepinya hiburan daerah ini, bahkan pedagang es krim pun tak ada! Untungnya, liburan anak-anak kali ini bertepatan dengann kunjungan The Barneys, sebuah kelompok sirkus yang selalu mengadakan pertunjukan di Tremannon apabila sedang berada di Cornwall. Maskot The Barneys yang sangat terkenal ialah Clopper, sebuah kuda yang dibentuk dari dua orang dan bisa melakukan gerakan-gerakan mustahil, seperti barongsai apabila deskripsi ini kurang jelas. Clopper inilah yang menjadi kunci petualangan anak-anak kali ini.Kali ini, anak-anak ditemani Yan, seorang anak kecil dekil dan kotor, serta sedikit aneh. Ini akibat Yan selalu membuntuti anak-anak tanpa berkata apa-apa dan kerap kali berada di tempat anak-anak bermain dan berjalan-jalan tanpa disadari. Yan ini mempunyai seorang kakek (tepatnya buyut Yan), satu-satunya keluarga Yan juga, yang hidup di atas bukit dekat laut. Konon, ayah kakek Yan ialah seorang pencoleng, yang pekerjaannya merampok kapal laut yang berlayar di laut dekat bukit tersebut. Caranya, mereka menyalakan lampu suar palsu sehingga kapal-kapal itu tersesat dan akhirnya terdampar di karang-karang yang berada di sekitar bukit, untuk kemudian harta yang dibawa kapal-kapal ini dijarah oleh kawanan pencoleng ini.Melalui cerita Yan serta kakeknya, anak-anak mendapatkan kabar bahwa lampu suar palsu kadang-kadang kerap kali menyala, apalagi apabila cuaca sedang buruk-buruknya. Anak-anak, yang mempunyai rasa penasaran yang amat tinggi tergerak untuk menyelidiki cerita ini. Ditambah, anak-anak curiga kepada Pak Penruthlan, sang pemilik Tremannon yang kedapatan keluyuran malam-malam menuju bukit tepat ketika cahaya suar palsu menyala. Seperti biasa pula, bahaya mengintai anak-anak karena mereka terlalu jauh menngetahui hal-hal ini. Tanpa sengaja, mereka terkurung di sebuah tempat yang disebut menara pencoleng, hingga akhirnya anak-anak menyadari bahwa Lorong Pencoleng yang juga diceritakan oleh Yan serta kakeknya ternyata memang ada dan terhubung dengan Tremannon Farm, hal inilah yang makin menambah kecurigaan anak-anak kepada Pak Penruthlan.Bahaya yang dialami anak-anak ini lagi-lagi bukan bahaya yang main-main. Gembong narkoba kali ini menjadi musuh dari anak-anak, sungguh sebuah masalah yang pelik yang belum seharusnya dialami anak-anak seusia mereka. Untungnya, tak ada ancaman pembunuhan kepada anak-anak kali ini, walaupun tetap saja bahaya terbunuh masih ada ketika mereka terkurung di menara pencoleng hanya dengan makanan seadanya tanpa mengetahui siapa yang sebenarnya mengurung mereka disitu. Lagi-lagi pula, bantuan dari anak lain (dalam hal ini Yan), yang kali ini menyelamatkan Lima Sekawan dari marabahaya. Memang, lama-lama alur cerita dari Lima Sekawan ini mulai terkuak karena memang hampir serupa di tiap bukunya, tentunya dengan tokoh dan kadar petualangan yag berbeda-beda. Walaupun begitu, tetap menyenangkan dan menegangkan membaca kisah Lima Sekawan ini, seperti biasa, aroma petualangann dan terutama aroma makanan yang dihidangkan penulis sungguh sangat menggiurkan. Well, masih seperti buku-buku sebelumnya, tetap umur sepuluh tahun ke atas yang saya rekomendasikan untuk membaca buku ini.

Jess, my 8-year old little girl, gives it 4 stars.SPOILERS!Comments while reading:"I like it when Yan says things like "frit" for afraid, and "iss" for yes. Is he a special needs kid? But I like him.""Another character that speaks funny is Mr. Penruthlan. How could his wife understand him when all he ever said were "ocks" and "ahs"?""I knew it! Mr. Penruthlan IS the bad guy!""I love Clopper, the horse that can sit cross-legged. Of course I know that he's not a real horse! How could a real horse sit like that?""The funniest part is when Dick and Julian got into the Clopper costume and couldn't unzip it. They had to run around a bunch of people wearing that costume!"Why do they call the theater people the "Barnies"? Isn't that the same as that purple dinosaur that I used to like when I was a baby? Oh OK, it's spelled differently. Barney is so babyish!" "What?! Mr. Penruthlan is NOT the bad guy? Enid Blyton is so clever.""Oh, so that's why Mr. Penruthlan is suddenly able to speak clearly --- he put on his dentures. What are "dentures"?""But I think the story is a bit too short. How come we don't hear anything more about those men who were in the tool shed? Who are they? I wish that Enid had explained that."
1
353
download or read online
Reviews
Kirsti
Another in the "Five series". By now, with the twelfth book we have come to expect a certain formula from these books. Four children with little supervision find out something mysterious, solve the mystery and get rewarded. There is excellent sounding food (Except the tongue, although I've never had it it still sounds gross) They are staying at Tremannon farm this time around, and suspect someone of smuggling in good on stormy nights. Their prime suspect is their host, Mr Penruthlan who disappears at night and seems to lie to his with about where he goes.They decide to do some exploring, and get trapped by the smugglers. Meanwhile, the Barnies who have been staying at the farm are out looking for them, and one of them might just prove to be the bad guy.I love Enid Blyton, there has never been any doubt about that. This book was actually one of the later ones I managed to get a copy of, so it has never held the love that others in the series hold for me, but it is still an excellent book.
Finger Painting
I read five go down to the sea. It is about four kids who go to a vacation spot in a little town. The kids loved to have adventures. This time they say they won't do any adventures. Eventually they do. They go down to a lighthouse every night but they go no where near it. then Barnies. The barnies are performers who perform in farms. After the Barnies show they feast and sleep. Later they go in the old lighthouse . they check the place thouroughly to see if anything is there, unfortunatley there are many things wraped and folded. The people they stay with the Penruthlans at their farm. The farmer can't speak because he has no teeth. So the farmer gets trapped in a pass piled with thing that are nearly impossible to lift and or move, but the farmer moves it without a sweat. Then they find out who was in the lighthouse that led ships to their doom.
Edisty Friskanesya
Seperti biasa, lima Sekawan yang terdiri dari Julian, Dick, George, Anne, dan anjing mereka Timmy berencana menghabiskan waktu liburan mereka di tempat yang baru. Bibi Fanny,ibu George merekomendasikan Cornwall, tepatnya Tremannon Farm, untuk tempat mereka berlibur. Disana ada kenalan teman Ayah George yang akan memanjakan mereka dengan makanan yang enak-enak! Disana juga cocok untuk anak-anak yang suka berpetualang seperti lima Sekawan. Menurut petugas stasiun, tempatnya sunyi dan liar! Hmm, dengan pulau yang sunyi, sepi penduduk, sejarah Dan jejak-jejak pencoleng yang tertinggal, Pak Penruthlan yang mencurigakan, Clopper jenaka yang dijaga layaknya harta karun, serta Bos The Barneys yang senang menyendiri, petualangan seperti apa yang menanti mereka?*** Setelah sekian lama pun, ternyata saya selalu jatuh hati pada Lima Sekawan. Enyd Blyton masih mampu membuat saya merasa tegang dan penasaran mengikuti petualangan mereka, dulu maupun kini. Enyd Blyton jenius! :)
Review will shown on site after approval.
(Review will shown on site after approval)